Thursday, September 25, 2008

Cerita ttg CINTA yang sejati

Alkisah di suatu pulau kecil, ada CINTA, KEKAYAAN, KECANTIKAN, KESEDIHAN, KEGEMBIRAAN dan sebagainya. Mereka hidup saling melengkapi. Suatu ketika, datang badai menghempas pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.
CINTA tak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia mencuba mencari pertolongan. Tak lama CINTA melihat KEKAYAAN sedang mengayuh perahu. "KEKAYAAN tolong aku!" teriak CINTA. "Maaf,CINTA!" kata KEKAYAAN. "Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu, nanti perahu ini tenggelam." Lalu KEKAYAAN pergi meninggalkan CINTA.
CINTA sedih sekali, kemudian dilihatnya KEGEMBIRAAN lewat dengan perahunya. "KEGEMBIRAAN! Tolong aku!" Teriak cinta. Namun KEGEMBIRAAN tuli tak mendengar teriakan CINTA. Air makin tinggi sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik. Tak lama lalu pula KECANTIKAN.
"KECANTIKAN! Bawalah aku bersama mu !" Teriak CINTA. Lalu apa jawab KECANTIKAN, "Wah, CINTA , kamu basah dan kotor. Nanti kamu mengotori perahuku ini."sahut KECANTIKAN.
CINTA mulai menangis teresak-esak. Mengapa semua orang mekupakan aku. Saat itu lewatlah KESEDIHAN. Lalu Cinta memelas, "Oh, KESEDIHAN, bawalah aku bersamamu," kata CINTA. Lalu apa kata kesedihan, "Maaf CINTA , Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja....,"
CINTA putus asa. Ia merasakan air semakin naik dan akan menenggelamkannya. Lalu ia berdoa kepada Tuhannya. oh tuhan tolonglah aku,apa jadinya dunia tanpa aku, tanpa CINTA?????
Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara,"CINTA! Mari cepat naik perahuku!" CINTA menoleh ke arah suara itu dan melihatseorang tua berjanggut putih panjang sedang mengayuh perahunya. Lalu cepat-cepat CINTA naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkanya.
Kemudian di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan CINTA dan segera meninggalkannya. CINTA sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang baik hati menyelamatkannya itu. CINTA segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu. " Oh, Dia adalah "WAKTU," kata orang itu. Lalu CINTA bertanya "Tapi, mengapa ia menyelamatkan ku? Aku tak mengenalinya,bahkan teman-teman yang mengenaliku pun enggan menolangku ", tanya CINTA hairan. "Sebab," kata orang itu,"hanya WAKTU lah yang tahu berapa nilainya harga sebuah CINTA itu........."

No comments: